Ceritanya (nyatanya juga sih), ane merupakan salah satu anggota aktif suatu komunitas mahasiswa penggemar bahasa dan budaya Jepang di lingkungan kampus ane. Komunitas ini, yang sebenarnya didirikan di Fakultas Pertanian salah satu perguruan tinggi ternama di Yogyakarta (ehem, UGM), menerima mahasiswa dari fakultas bahkan universitas lain sebagai membernya. Acara aktifnya terutama berhubungan dengan kelas bahasa Jepang gratis, yang diadakan melalui kerjasama dengan sebuah universitas di Jepang (ehem, Yamagata University).
Mangkanya, meski ane berasal dari Fakultas Teknik Universitas yang sama, ane termasuk yang paling aktif di kelas dan komunitas ini. Huehue
So, salah satu acara komunitas ini adalah kelas bahasa Jepang gratis tadi. Yang nggak tanggung2, senseinya diimpor langsung dari Jepang sono. :0
Sistemnya, tiap sekitaran 2 bulan sekali, senseinya akan bergantian datang dari universitas yang sama tadi. And by sensei, most of them are actually students like us. Kadang yang datang sendiri, kadang berdua, bahkan yang terakhir (baru bulan lalu) 6 orang. :0
Suatu ketika, sekitar bulan Oktober tahun lalu, ada dua orang sensei yang dateng. Cowok-cewek.
Ane deskripsiin dikit tentang mereka seingat memori ane yang dah kepenuhan sama anime & cewek 2D.
1. Taiki Miura
Cowok tinggi (meski sebenarnya gak tinggi2 amat, cuma ane aja yang pendek T_T) yang gemar main futsal. Secara umur lebih senior dari ane, tapi di universitas, ternyata dia masih termasuk adik angkatan. Dia gak doyan pedes, demen AKB48, seneng basah-basahan (di pantai maksudnya), dan merupakan orang pertama (setahu ane) yang liat lukisan Nyi Roro Kidul and said, "Hmm,,, She's sexy".
Si Taiki lagi nyanyiin lagunya AKB
2. Kanako Iwata
Cewek seumuran ane yang ternyata sekelas sama Taiki. Pinter (keliatannya), jago nggambar, demen makanan pedes, and yang paling waras diantara kita.
Si Kanako lagi ngetawain Taiki yang lagi nyanyi (bukan mabok)
Keduanya stay di Jogja sekitar 3 minggu. Dan suatu ketika, something interesting happened pas kita nemenin mereka mencari supply kebutuhan sehari-hari mereka di toko swalayan favorit kita, Mir**a Kamp*s.
Sore itu, ane, mereka berdua, sama seorang Senpai yang kerap ane panggil 'Mas Gil' pergi belanja ke M**ota. Alasan terbesar kita kesini adalah karena ane mau nyari alasan buat ditemenin belanja, soalnya kebetulan pas hari itu supply mi rebus udah abis. Huehuehue..
Singkat cerita, kita gantian nemenin mereka keliling-keliling mall (bingung juga mau nyebut tempat ini apa. Mall, toko swalayan, apa toserba?). Ane pas itu nyari sesuatu di lantai 2, ninggalin mereka bertiga di lantai satu. Begitu balik, ane liat Mas Gil dikerubungi kedua sensei tadi sambil masang wajah agak bingung. Pas dia liat ane datang, sontak dia nyerahin mereka ke ane.
"Nih, kamu tolong jelasin ke mereka itu apa" Ucapnya sambil nunjukin botol hijau kecil yang lagi dipegang Taiki.
Ane lihat stiker dan nama objek yang dimaksud,,, 'Sabun Sirih ***** V'
"Kore nani?" tanya si Taiki dengan wajah polosnya. Literally means "Ini apa?"
Dengan bahasa Jepang yang pas-pasan ane nyoba njelasin ke mereka.
"Sore wa soopu desu. Demo, josei no soopu dake desu" kurang lebih (maaf bagi yang dah ngerti bahasa Jepang, emang itu tadi salah banget >,<) "Itu sabun, tapi cuma untuk cewek."
"Heee...." Kanako mangut-mangut.
"Demo, nande josei dake?" (Tapi kenapa cuma buat cewek?) Taiki keliatan masih agak kurang terima.
"Konna ii nioi noni" (Padahal baunya enak banget) Katanya sambil mbuka and ngirup tu sabun. Buset.
"Maa, ne. Sou iu koto nan desu." (Yah, emang gitu deh) ane mencoba buat nutup percakapan, berharap ia nyerah untuk mandi pake tu sabun.
Sementara itu, si Kanako tadi memasukkan satu sabun ke keranjang belanjaannya dan beralih ke rak (ane lupa itu namanya apa) lainnya. Great, now I have to tell her how to use it, shouldn't I?
Mas Gil cuma senyum-senyum aja rupanya sejak tadi.
In the mean time, si Taiki masih mengamati sabun tadi, sambil membayangkan betapa enaknya bau badannya setelah dia mandi pake itu sabun.
"So, why it's only for women?" Dia mengulang pertanyaannya tadi, kali ini pake inglish. Mungkin dia berharap kali ini ane tau jawabannya.
Well, sebenarnya bukannya ane nggak tahu. Cuma aga pekewuh aja sama Kanako kalo sampe dia denger. Akhirnya demi memuaskan dahaga ilmunya si Taiki, ane jawab dengan agak lebih jelas.
"That's for women because its for...." ane nunjuk-nunjuk bawah sambil mbentuk kedua tangan seperti huruf V. Persis kayak anak SD habis sunat yang ngeluh sakit sambil nunjuk-nunjuk daerah yang jelas asal sakitnya dari mana.
"HM?" agaknya si Taiki masih kurang jelas.
"Shita, shita" (bawah, bawah) ucap ane agak berbisik.
Luckily, akhirnya dia dhong juga. Layaknya seorang yang habis dapat pencerahan, wajahnya berbinar penuh ilmu pengetahuan baru yang bisa dideskripsikan sedang mbatin,, 'Kampret!".
Dengan ekspresi yang lega karena ngeh bercampur kecewa karena gak jadi dapet badan sewangi sirih, dia ngembaliin itu botol ke raknya. Phew...
Akhirnya kami balik setelah sekitar satu jam di situ.
Harapan terbesar ane dari kejadian itu adalah, semoga saja Taiki tadi ngasih tau ke Kanako soal apa sebenarnya barang yang barusan dibelinya. Paling nggak, girls know more, right? Yang kedua, semoga aja Taiki ga diem-diem beli itu sabun, dia bawa pulang, trus dia pake buat sampoan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar