Harem berasal dari bahasa Arab harim, artinya ruang
dalam rumah yang diperuntukkan bagi perempuan dalam rumah tangga poligini.
Pada zaman khilafah Turki Utsmani, Harem adalah wilayah pribadi sultan yang
tidak sembarang orang dapat memasukinya. (wikipedia)
Dalam budaya modern, istilah harem sering diasosiasikan sebagai salah
satu genre manga/anime yang memiliki arti kurang lebih mirip (poligini sceme).
Suatu anime disebut sebagai anime harem apabila terdapat tokoh utama cowok yang
dikelilingi oleh tokoh-tokoh cewek dengan perbandingan jauh lebih banyak (di
atas 1:3) dimana tiap-tiap atau sebagian besar dari tokoh cewek tersebut
menyimpan perasaan ‘suka’ terhadap karakter cowok tersebut. (ane, 2015 :P)
Contoh anime harem sangatlah banyak. Terlebih lagi akhir-akhir ini,
setiap musim selalu saja ada anime
harem baru yang bermunculan. Anime harem mulai mendominasi kurang lebih pada
era 2007 ke atas, ditandai dengan munculnya anime Kanon, Seitokai no Ichizon,
Clannad, Air, Chaos;Head, dan lain sebagainya. Bahkan, mulai 4 tahun terakhir
ini, anime harem seperti menjadi menu wajib bagi penggemar anime. Hal ini
membuat berbagai rumah produksi animasi Jepang yang seringkali membuat sekuel
bagi anime-anime yang sebagian besar juga bergenre ecchi ini. Sebut saja Highschool DxD, Infinite
Stratos, Date A Live, atau Boku ha Tomodachi ga Sukunai.
Berikut ciri-ciri anime harem yang dapat ane tarik kesimpulan dari
pengalaman pribadi:
1.
Tokoh
utama cowok, dikelilingi banyak tokoh cewek (bisa juga sebaliknya, yang akan
disebut belakangan)
2.
Tokoh-tokoh
cewek memiliki rasa suka pada tokoh utama cowok dan saling berebut untuk
mendapatkan ‘cinta balik’ dari sang tokoh utama.
3.
Tokoh
utama cowok biasanya biasaaaa banget. Sebagian kecil yang punya kekuatan lebih
pun hanya mendapat kekuatan tersebut secara kebetulan alias beruntung (misal
Orimura Ichika [IS], Amakusa Shidou [DAL]).
4.
Sifat
tokoh utama pasti selalu terdiri dari setidaknya satu diantara sifat berikut:
a.
Polos
b.
Jujur
c.
Baik hati &
suka menolong
d.
Gugup kalo
ngeliat ‘aurat’
e.
Gak peka
kalo ada cewek yang suka ke dia
5.
Tokoh-tokoh
cewek pasti mengandung setidaknya satu dari sifat berikut:
a.
Tsundere
b.
Kuudere
c.
Yandere à not always
d.
Osananajimi
(childhood friend)
e.
Deredere
(pemalu)
f.
Imouto
(adik cewek)
6.
Tokoh cowok
selain tokoh utama juga ada dan selalu menyertai tokoh utama dimanapun ia pergi
(best friend lah), namun 90% dari mereka pasti ndak ada apa2nya dibanding tokoh
utama dimata cewek. Hal tersebut biasanya terjadi karena tokoh tersebut kurang
ganteng, bego, konyol, gak sensitif, dan yang pasti,, perverted. Misal saja: Sunohara [CLANNAD], Takeshi [Kimimachi], Daru
[Steins;Gate], Sugu [Kokoro Connect], ato sapa itu di Hoshizora e Kakaru Hashi.
7.
Fan
service. Dulu sih nggak wajib, tapi sejak negara api menyerang jaman
CLANNAD berakhir, kayaknya semua
anime harem harus ada ininya deh. Bahkan sering kali pake adegan ecchi yang
berlebih juga. Mungkin ini ya yang bikin genre ini digemari. Soalnya (bukan cuma
menurut ane) hampir semua anime harem itu storyline dan ide ceritanya itu norak
dan ga mutu.
Macam-macam genre
harem:
Anime harem tentunya
tidak sama persis semua. Genre ini masih bisa dipecah menjadi beberapa
sub-genre yang sangat mempengaruhi jalan cerita, sasaran penonton, mutu, dan
daya tariknya. Berikut beberapa sub-genre yang ane temukan+bikin istilah
sendiri menurut pengalaman:
1.
Just Harem
Sebenarnya nggak perlu pake ‘just’ sih. Intinya ini model anime yang
cuma harem biasa aja. Intinya karakter cowok satu, cewek banyak, terus ada
romance-nya. Just that. No crappy fans services, dan sebagian besar ceritanya
memang bagus. Misalnya saja anime-anime harem garapan Key seperti Air, Kanon, Angel
Beats, Clannad, Little Buster…
2.
Pseudo-harem
Anime-anime pseudo harem ini agak susah dikenali. Kadang mirip anime
harem biasa, namun sebenarnya, kesan romance-nya itu agak kurang. Tokoh utama
terlihat hanya dikelilingi banyak tokoh cewek, namun konflik romance antara
tokoh cewek satu dengan yang lain itu amatlah kurang. Sifat-sifat yang ane
deskripsikan ada pada tokoh cewek tadi pun juga hampir tak ada. Biasanya anime
seperti ini memiliki suasana yang lebih serius, dan terfokus pada genre utama
yang bukan romance dan harem. Misalnya saja Steins;Gate, Chaos;Head, Tokyo
Ravens, Monogatari series, Black Bullet, Strike the Blood, Gokukoku no Brynhildr atau Sword Art Online (1).
3.
Reverse-harem
Sudah jelas. Seperti yang ane singgung duluan, reverse-harem mengacu
pada situasi di mana tokoh utama merupakan tokoh cewek, dengan banyak tokoh
cowok yang mengelilinginya. Contohnya (bukannya karena ane pernah nonton lho
ya) Kamisama Hajimemashita, Amnesia, Makai-Ouji, dsb.
4.
Mainstream
harem
Sebenarnya, itu istilah bikinan ane sendiri sih. Dan mungkin jika ane
mau lebih jujur, sebagian besar anime dari sub genre tersebut mau ane pisahin
ke sub-genre crappy harem aja. Soalnya, jalan cerita anime macam ini gampang
banget ditebak. Settingnya di dunia antah berantah atau di masa depan, si tokoh
utama dapet kekuatan super, fans service dimana-mana, scene ecchi bertebaran,
cerita kayak cerita buat anak-anak, dan ujung-ujungnya… ending gak jelas.
Sayangnya, jenis harem seperti inilah yang sebenarnya paling umum. Misal: Date
A Live, Infinite Stratos, Hagure Yuusha no Estetica, OniAi, OreShura, Ichiban Ushiro no Daimaou,
NouCome, Hidan no Aria, Highschool DxD, Kore ha Zombie Desuka, Boku ha
Tomodachi ga Sukunai, Trinity Seven dsb.
5.
Omnibus
Harem
Nah, apaan tuh? Jangan2 ane Cuma bikin2 istilah baru lagi. Eh, ndak juga
lho. Anime harem berformat omnibus itu bertujuan untuk “to
dismantle harem genre anime such that the protagonist is able to have romantic
developments with the multiple different chosen candidate without having a
dispute between each other” –
Myanimelist.com
Intinya, kayak di galge-galge itu. Jadi tiap heroine punya romantic
opportunity dengan sang tokoh utama. Contoh yang paling jelas ya Amagami SS
sama Photokano. Or, if you prefer some extreme example, Yosuga no Sora (>_<).
Kesimpulannya, anime harem itu
bukan hanya sekedar genre, namun sudah seperti membentuk grup tersendiri dalam
dunia peranimean. Genre ini mampu disusupkan di mana aja, mulai dari yang serius
sampe yang gak penting, dari yang story-nya the best sampe asal-asalan. Dan pada
akhirnya genre ini juga penting untuk memuaskan selera dan preferensi tiap-tiap
penggemar anime (baca:wibu). Perkembangannya menarik untuk dikaji, dan mungkin layak
dijadikan skripsi. Ada yang tertarik mbikin :v?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar